Yes…., We are going to south celebes

Senin, 19 November 2007

04.15

Selepas sholat subuh berjamaah di musholla nurul hidayah yang berada tepat disamping kamar kos (uuhhh… saya akan sangat merindukan musholla ini) segera bergegas mandi kemudian mengecek ulang apakah ada barang-barang yang tertinggal. Satu buah tas carrier (volume 80-100 liter) penuh dengan pakaian, satu buah koper (ukuran besar berisi barang-barang lain yang ga bisa saya sebutin satu persatu) dan ditambah satu buah backpack A.K.A ransel hitam kesayangan itulah bekal saya untuk berpetualang didunia yang baru disamping 4 buah kardus dengan berat total kurang lebih 55 kg berisi buku-buku yang telah terlebih dahulu saya kirimkan via pos (thanks to mitha and family yang telah menampung “sampah-sampah” saya itu dirumahnya).

Tampaknya mbah soerip telah bersiap-siap juga (beliau adalah salah satu tokoh yang sepertinya bakal lama mengisi ceritera dalam hidup saya beberapa tahun kedepan) sebelumnya menenggak susu kotak sisa dua hari kemaren ditambah satu buah donat yang sudah hampir berjamur yang cukup lumayan buat sarapan. Rencananya kami akan memakai dua buah taksi untuk bertiga tapi ternyata ada berita duka untuk mas henry (salah satu temen kos) yang neneknya meninggal dunia, dan beliau ingin segera pulang ke jogja naik pesawat, akhirnya kami mengajak serta beliau.

05.22

Sial…!! Saya pikir kami sudah berusaha untuk berangkat pagi untuk mengantisipasi kemacetan Jakarta di hari senin yang kemungkinan juga akan saya rindukan, ternyata masih juga terjebak macet di Tanah Kusir. Perjalanan ke Bandara sekitar 1 jam lebih. Ongkos taksi habis 100ribu, tapi masih untung belum terlambat buat check in. sampai di terminal 1B (kami memilih untuk naik Batavia Air, karena memang SPPD tidak system at cost jadi cari yang murah aja) langsung terbelalak dengan antrian yang lumayan crowded.

06.59

Check in, petugasnya tidak ramah sama sekali dari sekian loket yang ada petugasnya hanya beberpa saja yang melayani. Duh pengen rasanya nanyain ke mereka buat apa mereka duduk-duduk diloket kalo emang ga ngerjain apa-apa. Total bagasi kami bertiga 75kg dan guess what? Bagasi saya sendiri 40kg berarti lebih dari 50% sendiri. Sunguh terlihat bahwa saya adalah termasuk tipe orang yang

  1. takut ditempat baru ga mendapatkan barang-barang seperti di Jakarta/Jawa (dengan harga murah tentunya) dimana belakangan saya sadari itu salah,
  2. orang yang sentimental terhadap beberapa barang yang masih saya anggap memilki memori special tersendiri (sebenernya enggak banget buat seseornag berpenampilan seram bertampang kebanyakan para Mapala),
  3. ga bisa membedakan mana barang yang harus dibawa dan mana barang yang harus dihibahkan kepada teman kos (sepertinya lebih cocok dibilang pelit)

07.30

Pesawat dijadwalkan berangkat jam segini, tapi kemudian terdengar pengumuman dari seorang karyawan maskapai yang bernada sok ramah yang memberitahukan bahwa penerbangan tertunda karena alas an teknis. Duduk-duduk di ruang tunggu bersama para penumpang yang akan terbang menuju Makassar, manokwari dan Jayapura. Terlintas dalam pandangan sekitar sesosok yang sepertinya saya kenal atau pernah saya lihat disuatu tempat. Saya yakin orang tersebut  adalah salah satu pegawai BPK tapi entah siapa. Kemudian saya tanyakan pada sahabat Nuri (oh ya belum saya ceritakan yah siapa beliau…tapi statusnya ya sama seperti mbah soerip lah dalam ceritera ini) kenal orang itu tidak. Dia jawab tidak. Kemudian mbah soerip inget bahwa beliau adalah Kalan (kepala perwakilan BPK Manokwari) kemudian saya mulai berharap beliau tidak mendengar perkataan saya bahwa tadi saya menyebutkan beliau mirip dengan Ajudan Ketua BPK. Saat akan masuk pesawat terpaksa saya berbasa-basi sejenak dengan beliau (tapi tentu dengan berharap tidak diajak kesana, ditempatin di Mamuju saja sudah sangat membuat hati miris apalagi manokwari oh.. tidak…)

Penerbangan menuju Makassar kami tempuh selama kurang lebih 2 jam dengan perbedaan waktu dengan Jakarta 1 jam. Didalam pesawat kami bertiga duduk bersebelahan. Kebetulan bangku yang kami duduki sangat tidak nyaman (tidak seperti Maskapai lain yang lebih terkenal) yang telah hilang meja lipatnya. Hal ini membuat kami kesulitan saat menikmati snack dan minuman yang disajikan, dan terlihat sekali bahwa pramugarinya tidak mengacuhkan ketidaknyaman kami dengan hal itu.

10.10 WIB atau 11.10 WITA

Sampai di bandara Sultan Hasanuddin Makassar (atau di jaman Orde Baru lebih dikenal dengan Ujung Pandang)

Bandaranya tidak terlalu besar, bahkan sulit untuk mendapatkan sebuah Trolley disini, kebanyakan trolley sudah dipegang oleh kuli angkut yang siap meminta bayaran untuk hanya mengantar beberapa meter saja. Mulai mencari taksi atau lebih tepatnya memesan di agen taksi di bagian depan Bandara. Sebagai informasi disini (berdasarkan pengalaman kemaren) taksi bandara tidak memakai argo tapi langsung pukul rata berdasarkan zona (jarak) yang akan dituju, dan kebetulan tempat yang akan kami tuju berada di zona 3 dimana tarifnya yang paling mahal. Semula kami mengira akan membutuhkan 2 Taksi untuk barang-barang kami tapi para sopir Taksi bilang cukup satu saja, tapi akan dicarikan model yang bagasinya luas (mobilnya merk KIA). Perjalanan menuju Kantor melewati jalan tol yang masih dalam tahap pembangunan, suasana jalanan sangat berdebu dan panas begitu juga didalam taksi yang berjejal dengan barang bawaan. Bandara-Kantor kami tempuh kurang lebih 45 menit, sesampainya didepan kantor kami disambut dua orang kakak kelas kami. Kantor Perwakilan BPK di Makassar adalah sebuah bangunan bergaya lama dengan 4 lantai, disinilah kami bertiga akan mulai mengabdi untuk melaksanakan amanat Undang-undang dalam melaksanakan Keuangan Negara. Kami kemudian diantar menuju Guest House yang akan menampung kami selama 2 hari kedepan dengan gratis.

Makassar, Sulawesi Selatan dan Sekitarnya akan menjadi tempat bertualang Musafir Kecil berikutnya. Ya Allah buatlah hambaMu senantiasa memperoleh kemudahan dalam menjalani hari-harinya di tempat yang baru, buatlah ia selalu Ridha dengan takdir yang telah Engkau tuliskan.

 

 

 

One Response to Yes…., We are going to south celebes

  1. ummu_abdirrahman says:

    assalaualayk…
    afwan….
    koQ d paragraf 3 ada kata “sial” ya(?_?)

    iya ya ukh…
    ‘afwan…
    ini postingan emosional…memang…
    jadi emang ga terkontrol…
    emosinya masih labil…
    mudah-mudahan sekarang lisan ini lebih terjaga…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: