Nuntut Ilmu di Makassar

Begitu mengetahui bahwa saya akan segera dikirim ke Makassar, saya mulai mencari informasi tempat kajian bermanhaj salaf di Kota itu. Sungguh sangat saya sesali ketika saya harus mengucapkan salam perpisahan dengan majelis ustadz Muhtarom dan ustadz Mudryk. Saya sangat berterimakasih pada beliau berdua, semoga Allah Azza wa Jalla membalas kebaikan mereka yang telah memberikan ilmu kepada kami.

Minggu, 18 November 2007 adalah terakhir kali saya duduk di majelis ustadz muhtarom saat itu juga saya gunakan untuk berpamitan dengan ikhwan-ikhwan yang saya kenal, bersalaman, berpelukan, dan teriring do’a dari mereka saya harus merelakan perpisahan ini, semoga kami bisa bertemu kelak di lain kesempatan dan semoga Allah mengumpulkan kami di JannahNya. amien

Dimulai dari internet saya mendapatkan salah satu situs ahlussunnah Makassar  yaitu www.almakasssari.com . saya juga bertanya pada ikhwan-ikhwan kajian yang berasal dari Makassar. Tak lupa memanfaatkan teman-teman friendster.com untuk mendapatkan informasi kajian disekitar kantor saya kelak. Diantara yang telah membantu saya adalah Ummu QotadahAmatullah, dan Andi Abu Naufal, jazakumullah khairan katsir yaa ikhwah. Hari minggu pertama di Makassar saya ada janji dengan suami lutvi suroya (738/spa/2003) yaitu mas hendra alias jumbo (536/spa/1999) mereka berdua adalah teman saya di STAPALA. Pagi itu saya ingin mencari kos-kosan. Setelah mendapatkan tempat kos dan berkunjung ke rumah beliau bertemu dengan keponakan (Hamid Abdullah), kemudian saya berencana untuk mengambil buku dan kitab yang saya kirimkan ke alamat rumah Mitha yang kebetulan dia juga berada di rumah sebelum berangkat ke Palu. Rumahnya di Bumi Tamalanrea Permai satu arah ke Unhas. Saya teringat pada poster di Masjid H.M. Asyik dekat kantor bahwa hari ini ada Dauroh dengan judul “Membantah Syubhat Qur’anniyyun” yang pembicaranya Ustadz Abu Qonitah staf pengasuh Ma’had Darul Mufassirin Pangkep yang diadakan di Masjid Unhas. Saya juga janjian dengan teman saya yang sama-sama dari Tuban yang bernama soleh untuk bertemu disana. Akhirnya saat Dzuhur tiba saya mampir kesana. Walaupun Cuma sebentar saya bahagia karena disini saya juga bisa mengikuti dauroh-dauroh ilmiah seperti di Jakarta.Akhirnya setelah dua minggu berada di Makassar saya mencoba untuk datang disalah satu kajian yang infonya saya dapat dari ukhti Amatullah as Shabirah. Karena saya tahu untuk mengobati segala kegundahan yang sedang melanda dikarenakan suatu masalah yang sedang saya hadapi, adalah dengan duduk mengkaji ilmu syar’i. dengan hal tersebut hati akan jadi tenang dan segera melupakan masalah yang ada. Kajian tersebut berada di daerah Sudiang, tepatnya di Masjid Yayasan Siti Khadijah di daerah Asrama Haji. Memang menurut saya agak jauh dari tempat saya kos, tapi jika dibandingkan dengan perjalanan para Ulama dahulu yang menempuh berhari-hari perjalanan hanya untuk menimba ilmu atau meriwayatkan satu buah Hadist yang Subhanallah, hal itu tidak bisa dibandingkan. Pagi itu hari minggu saya mengundurkan janji dengan teman saya untuk berkunjung di kos-kosan anak-anak departemen keuangan. Saya kemudian mengajak akh soleh, teman saya dari Tuban yang penempatan di KPPN Bone dan kebetulan lagi ada Diklat di Makassar. Kami naik pt-pt jurusan yang melewati daya-sudiang. Tidak terlalu sulit mencapai tempat kajian ini karena ukh Wa Ode Nursinah alias Amatullah telah begitu detail menjelaskan lokasi tempat Kajian ini.Sesampainya disana Masjid masih terlihat sepi, namun didekat pintu terdapat beberapa bapak-bapak yang sedang mengobrol. Setelah mengucapkan salam dan berkenalan, saya kemudian menanyakan tentang kajiannya, apakah sudah dimulai atau belum dan menjelaskan bahwa saya warga baru di Makassar ini. Dengan ramah mereka menjelaskan semuanya mengenai hal-hal yang ingin saya ketahui terutama tempat-tempat ta’lim disekitar sini. Mereka juga menjelaskan bahwa seharusnya kajian sudah dimulai tapi berhubung disebelah Masjid lagi ada Hajatan orang yang mau naik haji yang menyetel musik keras-keras, akhirnya menunggu sampai musik dimatikan.Sekitar pukul 10.00 WITA kajian dimulai, kajian ini membahas Kitab Fathul Baari syarah Sahih Bukhari karangan Al Hafiz Ibnu Hajar al Asqolani rahimahullah. Kajian dibawakan oleh ustadz Aminudin, namun saya lihat pesertanya masih sedikit. Selama hamper dua jam kajian ini berjalan, tak lupa saya merekamnya untuk muraja’ah sendiri di rumah. Hamper memasuki waktu dzuhur kajian selesai, dan ternyata ada kabar baik dari yang punya hajat disebelah. Kami semua diundang untuk makan, dalam hati bersyukur Alhamdulillah lumayan bagi saya yang masih belum nyaman dengan menu makanan yang saya makan setiap hari karena hanya berkutat pada itu-itu saja. Hmmmm…. Nikmatnya…… Akhirnya selepas sholat dzuhur kami pamit pulang pada bapak-bapak yang berkenalan dengan saya tadi dan tak lupa meminta nomor HP untuk menanyakan jadwal kajian nantinya. Alhamdulillah ya Allah, Engkau masih memberikan jalan bagi hambaMu untuk menuntut ilmu, semoga engkau meneguhkan hambaMu untuk tetap di jalan ini dan semoga dengannya Engkau memudahkan Jalan bagiku menuju surga. Amien

One Response to Nuntut Ilmu di Makassar

  1. ummu hudzaifah says:

    assalamu’alaykum
    oo baru pindah makassar,
    jadwal kajian sudah ana kirim via email, semoga bermanfaat
    ana kenal tuh dengan mba Lutfi, sama si Hamid kecil
    moga betah tinggal Makassaar…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: