PT-PT (baca: Pětě-Pětě) incident

Malam itu kami baru saja pindah ke tempat kost baru setelah kurang lebih seminggu kami berada di rumah singgah. Alamat kost baru kami terletak di Jalan Urip Sumohardjo tepat didepan Gedung Keuangan Negara (dimana digedung ini tentu terdapat banyak saudara satu almamater kami).

Jarak antara rumah kost baru dengan kantor sekitar 5-7 kilometer, dan kendaraan termurah adalah angkot (atau disini disebut PT-PT). Sebenarnya kami belum begitu tahu dengan trayek angkot yang melintasi atau memudahkan akses kami ke kos-kantor, tapi pagi itu dengan PD-nya kami berangkat kantor dan merencanakan untuk naik angkot.

Dengan semangat baru (benar-benar semangat yang baru karena semalam kami benar-benar bisa tidur nyenyak beralaskan kasur yang benar-benar kasur bukan matras yang oleh penjualnya dilabeli kasur yang kami beli dengan harga murah di Hypermarket panakukang). Rumah kos kami terletak di pojok Jalan Urip Soemohardjo dan Jalan Urip ini merupakan perpotongan jalan A.P Pettarani alamat kantor kami. Jadi kami pikir angkot yang lewat pettarani pasti akan lurus aja sampai ke kantor kami.

Kami berjalan kaki menyeberang menuju jalan A.P. Pettarani kemudian memberhentikan salah satu angkot yang berjalan menuju arah kantor kami. Mbah soerip kemudian menanyakan ke sopir angkotnya (yang pada akhirnya kami menyimpulkan betapa lugu dan polosnya sang sopir ini diakhir waktu kita turun dari angkot ) “Pak lewat Gedung DPRD?” tanya mbah soerip.”Ya naik lah..”jawab sopir angkot. Kemudian naiklah kami bertiga. Angkot berjalan namun dalam hati ini heran saat angkot ini berbalik arah di tikungan di depan bukannya lurus. Tapi saya tetap berpikir positif “ah mungkin lewat jalan lain”pikirku.

Semakin lama arah angkot ini semakin tidak meyakinkan hati akan melewati atau mengarah menuju kantor kami. Setelah beberapa lama (kami pikir cukup lama karena sepertinya kami baru saja mengelilingi separuh kota Makassar) sang sopir bertanya “turun mana kak…?”. “gedung DPRD pak…”jawab mbah soerip. “Oh sudah lewat tadi….” Timpal sang sopir. Kami serentak bertanya-tanya karena kami yakin kami tidak melewati jala A.P Pettarani bahkan tidak ada tanda-tanda mendekati jalan tersebut. “ya sudah nanti kita lewat lagi..”ucap sang sopir. Beberapa saat kemudian angkot berhenti di sebuah jalan yang saya kenali sebagai jalan Urip Sumohardjo. “Ini Gedung DPRD” kata sang sopir. Kami pun serentak bilang “bukan Gedung DPRD ini pak…”. “yang dimaksud DPRD mana..?”Tanya sopir. “DPRD kota pak yang dijalan A.P Pettarani”. “Oh kita tidak lewat kalo begitu..kakak naik saja angkot IKIP yang ada garis coklatnya.

Akhirnya dengan perasaan sebel bercampur geli kita turun dari angkot . perlu diketahui bahwa tempat kita turun hanya beberapa meter dari rumah kos kami. Selama kurang lebih 20 menit kami hanya berputar-putar kota makassar mengelilingi trayek angkot yang baru saja kami naiki dan akhirnya berhenti hanya beberapa langkah dari pintu rumah kos kami.

Disinilah terlihat sifat kepolosan sang sopir angkot , dimana saat kami kami tanyakan lewat gedung DPRD kenapa tidak saja dijawab “itu gedung DPRD cuma beberapa meter dibelakang kalian, jalan kaki aja..”. entah karena motif ekonomis atau murni kepolosan, namun saya yakin hal itu murni kepolosan sang sopir karena saat diangkot dia juga menanyakan turun mana dan dijawab juga katanya gedung DPRD sudah lewat padahal kami belum melewatinya. Kami juga baru sadar bahwa di depan rumah kos kami ada gedung DPRD provinsi, sedangkan yang kami maksud adalah gedung DPRD kota Makassar yang letaknya di Jalan A.P. Pettarani tepat didepan kantor BPK.

Saat diangkot (PT-PT trayek IKIP) saya tertawa geli sendiri mengingat betapa lucunya kejadian yang baru saja kami alami. Ah rupanya perlu juga untuk sejenak berputar-putar kota Makassar mencoba trayek-trayek angkot yang ada. Oh PT-PT…., oh kendala komunikasai (logat bahasa)….., oh sopir angkot yang polos nan lugu….. 

One Response to PT-PT (baca: Pětě-Pětě) incident

  1. […] yang bisa saya bagi dengan sahabat. Untuk kisah Makassar yang lain bisa sahabat baca di sini, di sini dan di […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: