Sakit di kala Manja….

Masih menatap langit-langit kamar berukuran 2×2,5 meter yang terasa pengap ini. Di luar sana hujan masih mengguyur bumi Celebes, menumpahkan jutaan partikel-partikel air dari langit yang kian menghitam sore ini. Suatu momentum dimana elemen langit bertemu dengan elemen bumi. BMG masih memprediksikan bahwa situasi seperti ini masih akan berlangsung sampai bulan februari. Tapi itu hanya prediksi, tetap kuasa-Nya yang berkehendak mengatur semua ini.

 

 

Dia-lah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu.” (An-Nahl: 10)

 

 

Rakyat Makassar masih sedikit beruntung, dibandingkan dengan tetangga-tetangga saya di Bojonegoro sana. Banjir menggenangi seluruh bantaran sungai terpanjang di Indonesia, Bengawan Solo. Ayahku mengabarkan, banjir tahun ini memang tergolong besar. Alhamdulillah, jarak terdekat banjir masih sekitar seratusan meter dari tempat tinggal keluarga saya. Saya tidak bisa membayangkan seandainya rumah saya juga terendam, mungkin desa-desa yang dekat dengan sungai sudah lenyap ditelan banjir.

 

 

Saya tidak akan membicarakan tentang bencana, maupun keadaan cuaca akhir-akhir ini lebih lanjut. Saya akan sedikit bercerita tentang keadaan saya hari ini. Semoga bukan merupakan keluhan, tetapi saya berharap akan ada hikmah yang di petik dari keadaan saya. Sesuai dengan sabda Nabi shallahu’alaihi wa sallam bahwa memang nikmat yang banyak manusia lalai darinya adalah nikmat sehat dan waktu luang.

 

 

Ya, saya sedang terbaring sakit disini, sakit biasa dan tidak begitu parah. Mungkin hanya pengaruh cuaca yang sedang tidak menentu. Pagi ini saya terbangun dengan badan pegal-pegal sekali. Pegal yang saya rasakan, layaknya pegal selesai dari pendakian gunung kedua dari sepuluh gunung yang akan saya daki secara estafet (setelah gunung kelima akan tidak terasa pegalnya, dan gunung selanjutnya kita akan berujar “hah..gunung lagi…??” seraya mencoba membuat pemandangan memang terasa indah. Sungguh ini kisah nyata seperti dituturkan teman saya). Hawa di luar dingin, tetapi tubuh ini serasa di taruh diatas tungku yang menyala. Kadang kulit ini merinding, menahan hawa dingin di luar kamar.

 

 

Saya memang termasuk orang yang manja bila sedang sakit. Saya ingat betul betapa repotnya ibu saya ketika mengurus saya yang sedang sakit DBD kala itu. Saat sakit tifus juga demikian, seluruh keluarga berhasil saya buat repot dengan berbagai macam permintaan tolong. Itu ketika masih di rumah sana, saat di kosan di Jakarta teman-teman kos pun tak luput saya jadikan obyek sasaran. Membeli makan, obat, mengantar ke klinik, sampai memijit dan mengeroki saya kalau sedang masuk angin.

 

 

Ini kali pertama saya sakit di Sulawesi, menyebalkan memang. Saya yang masih belum bisa beradaptasi dengan dengan menu makanan di sini, harus berjuang menelan suap demi suap untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh ini. Perjuangan yang berat, ketika seenak apapun menu makanan akan teras hambar jika sedang mengalami sakit. Apalagi menu yang tidak kita senangi, semakin menambah rasa enggan untuk menyantapnya. Satu hal lagi yang menambah berat keadaan, tidak adanya mini market di sekitar rumah kos ini. Biasanya dulu di Jakarta saya hanya membutuhkan beberapa langkah untuk mencapai mini market terdekat yang memang tersebar di beberapa titik di sekitar kampus. Berbagai macam obat ringan, susu, roti, atau sekedar beberapa snack sebagai pengganti asupan nutrisi dari nasi yang hanya bisa saya telan beberapa suap saja.

 

 

Pikiran saya kembali melayang ke seputar pernikahan lagi😉 . Betapa asyiknya di rawat oleh suster tercantik di dunia. Bahagianya, di obati oleh dokter paling baik hati di dunia. Dan betapa nikmatnya di sembuhkan oleh obat termanjur di dunia, cinta kasih. “Ma…, sebelah sini… agak kerasan dikit dong pijitnya…”. “Hak… hak.. aemmm… gimana pa buburnya?” ujar sang istri menimpali. Duh, romantisnya pikirku. Cinta tentu menjadi obat yang sangat mujarab bagi mereka, seolah-olah energi yang luar biasa bisa di transfer dari satu pihak ke pihak lain. Kekuatan dahsyat yang tersimpan di dalamnya meledak, memberikan berjuta elektron-elektron positif yang menangkal radikal bebas dalam sel tubuh. Peran leukosit pun menjadi tergantikan, saat cinta mengalir dalam darah.

 

 

DUK…!!! Kepala saya terantuk sudut meja, saat beralih posisi tidur sambil cengengesan sendiri. Akhirnya saya kembali ke dunia nyata, masih dalam kamar pengap berselimutkan sleeping bag yang baunya minta ampun. Kembali merintih menahan sakit yang bertambah dengan nyeri di kepala. Ingin rasanya memanggil ibu, menemani saya di sini dengan selimut merahnya. Saya berharap semoga sakit saya menggugurkan dosa-dosa saya. Dan saya juga akan berdoa semoga cepat sembuh dan cepat mendapatkan “sang dokter”. Hihihi… ;D

 

 

Pesan Moral: Kalo lagi musim ujan banyak beli vitamin biar ga gampang sakit, banyak bersyukur kalo di kasih nikmat sehat, banyak minum air putih, cepat nikah…. (wekksss)

 

 

Makassar, 5 Januari 2008

 

 

(teringat sms sahabat yang tertulis, “Akhwatnya 24 tahun, bulan februari jadi dokter lulusan FKUI..,nyari Ikhwan yang mapan…. mau…?”. Wadeuh…. Ntar dulu deh akh…masih ada yang bertahta di singgasana hati..hehehe)

 

5 Responses to Sakit di kala Manja….

  1. Tigger says:

    Beuh.. akhi, ada rejeki kok ditolak? Sepertinya antum memang sudah siap menikah kan?
    Atau ‘tembak’ aja tuh si dia yang bertahta di singgasana hati antum.. Hihi..

    Atau mau ngikut jejak para penganut aliran IJO SEMANGKA neeh… :p

    huss….
    Justru yang di singgasana itu udah ga mau “dilantik”…
    Ee… Ga mau turun2 juga, bandel…
    Kayaknya diresmikan aja deh IJO SEMANGKA-nya, mo pake akta notaris skalian ga? Hehe…

  2. apung says:

    hajar aja bleh!
    Allah itu kan maha membolak-balikan hati manusia, serahkan semua urusan hatimu le.

    ** http://www.sok-ngajarin-agama-padahal-kelakuan-masih-kayak-preman.com

  3. wah2…bener tuh! *sok kenal sok dekat dulu ah*.. ada rejeki kok ditolak, beugh..sayang sy g mau sama akhwat,😀, apa kata dunia klo jeruk makan jeruk ..hehehe..

    Btw, lokasi skrg di makassar y?. Apa kabar Mks ?🙂

    makassar…
    Seperti di beritakan di tipi masih sering hujan dan terkadang angin ribut,
    lagi musim demo juga…

  4. deer says:

    Ha.. ha.. ha…
    Gw cuma bisa ketawa….

    gak apa-apa teh,
    kadang masa lalu memang harus ditertawakan…

  5. adjhee says:

    memang agak sulit untuk melupakan yang sudah berada diatas singgasana akh
    tapi apakah akan selamanya menanti sedangkan ada yang mengantri
    penantian perlu tapi kalau lagi sakit enaknya ngopi duluuuu.. hehe

    penantian akan terasa lebih bermakna kalo diisi dengan hal-hal yg berguna akh…. (baca postingan “nana korobi yaoki”)
    dan sampai saat ini, ana masih setia menanti…
    Jangan berhenti untuk menasehati sodaramu ini akh, insyaAllah penantian ini akan lebih berarti…
    Ga bisa minum kopi, takut maag-nya kumat…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: