Suka dan Duka (sebuah berita)

 

Tanggal 23 desember kemarin, salah seorang teman/sahabat/saudara saya, al akh Muhammad Arifin telah melepas masa lajangnya dengan mempersunting seorang akhwat UGM asal Magelang. Beliau sendiri berasal dari Solo, walimahnya -berdasarkan kabar dari beliau- dilangsungkan di desa Ngadirejo, Magelang rumah sang akhwat.

 

 

 

 

 

Bagi saya beliau adalah sosok yang -Subhanallah- mengagumkan. Seorang sahabat sekaligus guru bagi saya, beliau adalah seorang yang mengenalkan saya pada manhaj salaf. Melalui beliau-lah hidayah Allah itu datang, ketika itu saya masih berkubang dalam gelapnya kejahiliyahan hidup saya namun beliau tidak segan untuk berkawan dengan saya yang dulu notabene bukanlah anak pengajian seperti beliau. Dengan sabar beliau membujuk saya untuk ikut ta’lim bersama, walaupun saat itu penampilan saya masih sangat urakan khas tampang anak pecinta alam.

 

 

 

Al akh Arifin ini adalah seorang yang cerdas lagi giat berusaha, beliau juga termasuk entrepreneur sejati. Saat di kelas waktu kuliah dulu sangat terlihat jiwa kritis beliau dalam menanggapi permasalahan yang diajukan oleh dosen. Setiap perkataannya pasti sebelumnya telah dipikirkan matang-matang, kemudian dengan alur yang jelas beliau utarakan kepada lawan bicaranya. Jiwa bisnis beliau juga sangat tajam, dari mulai berjualan krupuk, buka toko buku, sampai mengadakan les privat dan bimbingan tes pernah beliau lakukan. Sayang sekali setelah lulus Allah memisahkan kami melalui jalan instansi yang kami pilih , beliau kini bekerja di Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK), mengabdikan diri ke kampus tercinta. Saat ini kami pun semakin jauh oleh jarak, namun rasa persaudaraan ini masih mengikat kami.

 

 

 

 

Afwan akh, ana ga bisa datang menyaksikan gurat-gurat bahagia di wajah antum, sebuah momen sakral dalam kehidupan antum. Akhirnya, selamat menempuh hidup baru saudaraku….. (Akan selalu ana ingat kenangan manis kita saat membicarakan masalah pernikahan dulu…. Kini rupanya antum duluan yang telah diijinkan Allah untuk menunaikannya). Dari sini ana ucapkan:

 

 

 

 

بَا رَكَ اللهُ لَكَ وَبَا رَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

 

 

 

 

“Semoga Allah memberi berkah kepadamu dan memberkahi (pernikahan)mu, serta mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad)

 

 

 

 

 

Tanggal 27 malam, Hp saya berbunyi menandakan sebuah pesan singkat telah masuk,

 

 

 

 

“Innalillahi wa Inna ilaihi roji’un. Telah berpulang teman kita tercinta Cahyo Adi (Wisma Nenek). Semoga arwahnya di terima di sisi-Nya, amin.” Begitu tulis salah seorang teman saya lewat sms tadi. Ketika saya konfirmasi lebih lanjut, teman saya menjawab memang berita tersebut benar adanya. Seketika ucapan dan doa yang sama saya ucapkan. Sungguh tidak mengira beliau telah dipanggil pada usia yang masih muda. Tapi kematian memang tidak dapat di duga kapan dia datang, dan juga tidak bisa dihindari meskipun kita belindung di dalam benteng yang kokoh sekalipun. Menurut berita yang saya dengar, beliau menjadi korban keadaan cuaca yang memang sedang sangat buruk akhir-akhir ini. Saat beliau berkendara motor sebuah pohon menimpanya.

 

 

 

 

Mas Cahyo adalah teman satu kos saya dulu selama beberapa bulan di kos yang disebut Wisma Nenek tersebut. Beliau termasuk orang yang sangat pendiam dengan pembawaan kalem. Tergolong pintar, terbukti dengan masuknya beliau di jajaran D4 lansung setelah D3 Spesialisasi Bea dan Cukai diselesaikan. Karena sifat pendiamnya, saya sendiri jarang berbicara banyak dengan beliau. Namun yang saya tahu beliau adalah orang yang baik hati dan rajin. Perawakannya yang besar dan tegap memang layak untuk menjadi aparat Bea dan Cukai.

 

 

 

 

Selamat Jalan saudaraku, semoga dosa-dosamu diampuni-Nya, dan di masukkan ka Jannah-Nya bersama orang-orang yang bertaqwa kepada-Nya. Semoga Allah melapangkan kubur dan menjauhkanmu dari adzab. Amin

 

 

 

 

 

“Sesungguhnya adalah hak Allah mengambil dan memberikan sesuatu. Segala sesuatu di sisi-Nya dibatasi dengan ajal yang ditentukan. Oleh karena itu, bersabarlah dan cari ganjaran dari Allah (dengan sebab musibah itu).” (HR. Abu Dawud)

 

 

2 Responses to Suka dan Duka (sebuah berita)

  1. adjhee says:

    kalau yang menikah ana bertanya pada anta :

    ” kapan nyusul akh ?? ”

    kalau yang wafat ana yakinkan anta :

    ” tenang akh kita pasti bakal meyusulnya..”

    dan untuk dua-duanya
    ana akan bertanya,
    “sudah siapkah kita menyusul….??”

  2. alpiriuqi says:

    “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” (QS. Al Anbiyaa’ : 35)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: