Akhi, jalan kebenaran hanya satu…..

“Layaknya ada banyak anak sungai yang menuju ke laut, ada banyak pula jalan yang menuju ke Allah. Jadi jalan yang saya dan anti pilih, tidak masalah jika berbeda, asalkan sama-sama diniatkan kepada Allah dengan aqidah yang benar.”

800px-crepuscular_rays_color.jpgKata-kata itu masih terngiang di telinga saya. Seorang ikhwan yang aktif di suatu organisasi pergerakan Islam –Qadarullah rumah kami bertetangga- menyampaikan filosofi tersebut saat dia mengutarakan keinginannya untuk menjalani proses ta’aruf dengan saya. Reaksi pertama saya tentu saja kaget, dan spontan saya mengajukan pertanyaan, “Afwan, apa antum serius? Setahu ana banyak hal prinsip yang tidak kita sepakati kan?” dan jawaban itu pun dia sampaikan.


Kalau kita mengedepankan logika atatupun menimbang dengan akal pikiran, analogi tentang jalan kebenaran tersebut sekilas tampaknya memang benar. Setiap orang bisa saja berbuat kebajikan menurut caranya masing-masing. Walau berbeda-beda caranya ,toh tetap merujuk pada Al Qur’an dan Sunnah. Sedangkan tentang cara memahaminya, setiap kita sudah dikaruniai akal yang dapat dipergunakan untuk berpikir.

Namun, agama ini bukan dibangun di atas akal melainkan berdasarkan Wahyu Allah Azza Wa Jalla. Seandainya dien ini berlandaskan akal, tentu bagian bawah khuf (sepatu) lebih pantas dibasuh daripada mengusap bagian atasnya saat berwudlu. Oleh karena itu, filosofi tentang berbilangnya jalan kebenaran layaknya anak-anak sungai yang menuju ke laut, sungguh telah menyelisihi nash-nash yang ada.

Bukankah sudah sangat jelas bahwa Allah Azza Wa Jalla telah berfirman dalam banyak ayat tentang jalan yang Dia ridhoi dalam bentu tunggal (mufrad)? Dari sabda Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam pun sudah disampaikan tentang hal ini, ditambah penjelasan para shahabat dan ulama-ulama salaf.

Akhi, sungguh keliru jika antum beranggapan bahwa khilafah Islamiyah bisa tegak dalam perbedaan persepsi ummat. Bukan dalam hal seperti ini toleransi terhadap perbedaan dalam tubuh umat Islam diterapkan. Jangankan untuk mendirikan suatu khilafah Islamiyah, membentuk suatu keluarga pun sangat riskan jika kedua pemeran utama dalam rumah tangga yaitu suami dan istri berbeda jalan.

“Afwan, Akhi. Dalam menyikapi perbedaan, sudah sangat jelas bagi ana bahwa kebenaran hanya satu. Sedangkan tentang siapa yang benar, maka yang berpegang teguh pada Al Qur’an dan Sunnah sesuai pemahaman generasi terbaik dari ummat ini, dialah yang berada di atas kebenaran.” Ikhwan yang saya ajak bicara tak berkomentar apa-apa.
“Ukhti, kalau begitu sepertinya saya bagai pungguk yang merindukan bulan. Apakah samapi semustahil itu?” saya hanya bisa diam sesaat. “Akhi, boleh saja burung dan ikan saling mencintai….tapi di mana mereka akan tinggal?”

(amah khadijah)
Salam kangen buat akhwat Kota Gudeg. Terima kasih atas Ukhuwah yang indah

Dari rubrik “Kolom Ummi” Majalah Nikah Vol.5 No.2 Mei 2006.

4 Responses to Akhi, jalan kebenaran hanya satu…..

  1. miela says:

    ketika suatu saat berjumpa dengan jodohku semoga kami sama-sama dapat berseru…allah akbar.sangat indah pertemuan ini.karna kamitidak akan berpacaran tapi kami akan berpacaran setelah kami melakukan pernikahan. semoga.amin.

  2. tintin says:

    🙂 Alhamdulillah .. memang jalan kebenaran itu hanya satu … sayang saudara2x kita yang kita ajak untuk mnempuh jalan itu selalu menganggap kita orang anek udik … so berbahagialah engkau sebagai ghuroba ..🙂

    well … kejadian juga tuh sama istri saya sebelum menikah ..🙂

  3. l5155st™ says:

    Walhamdulillah, akhirnya artikel yang antum inginkan kemarin akhirnya ketemu dan tertulis-lah tulisan yang bermanfaat ini…

    Barakallahu Fiyk…🙂

  4. aisa says:

    jazakallah khoiron

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: