Biografi Imam Al-Barbahari

Nama, kunyah dan nasab beliau

Beliau adalah al-Imam al-Hafidz Al-Mutqin ats-Tsiqah al-Faqih al-Mujahid Syaikh Hanabilah sekaligus pemuka mereka pada masanya Abu Muhammad al-Basan bin ‘Ali bin Khalaf al-Barbahari, sebuah nama yang dinisbatkan kepada Barbahar yaitu obat-obatan yang didatangkan dari India.

Tempat Kelahiran dan Tanah Air beliau

Berkata Syaikh ar-Radadi:”Tidak ada satu pun sumber (rujukan) yang berada di tangan kami yang menyebutkan tentang kelahiran dan pertumbuhan beliau. Hanya saja yang nampak bagi itulah tersiar reputasi dan kemasyhuran beliau dikalangan masyarakat umum terlebih lagi orang-orang yang khusus di antara mereka. Selain itu al-Imam al-Barbahari juga bersahabat erat dengan beberapa sahabat Imam Ahlus Sunnah wal Jama’ah yakni Ahmad bin Hanbal serta menimba ilmu dari mereka, sedangkan mayoritas mereka berasal dari Baghdad. Inilah di antara hal-hal yang menunjukkan bahwa beliau tumbuh di tengah-tengah alam yang penuh dengan ilmu Sunnah yang sangat berpengaruh terhadap karakteristik kepribadiannya.”

Berkata Syaikh al-Qathani: “Imam al-Barbahari bersahabat erat dengan beberapa sahabat Imam Ahmad bin Hanbal di antaranya Imam Ahmad bin Muhammad Abu Bakar al-Marwazi salah seorang murid utama Imam Ahmad.

Selain itu beliau juga bersahabat dengan Sahl bin ‘Abdillah at-Tustari, yang mana beliau meriwayatkan perkataan darinya: “Sesungguhnya Allah telah menciptakan dunia dan menjadikan didalamnya orang-orang bodoh dan ulama, seutama-utama ilmu adalah yang diamalkan, semua ilmu akan menjadi hujjah kecuali yang diamalkan dan beramal dengannya adalah keindahan semata kecuali yang benar, dan amalan yang benar aku tidak bisa memastikannya kecuali dengan istisna’ (pengecualian) Masya Allah.”

Kemuliaan, Keilmuan, dan Pujian Ulama terhadap beliau

Berkata Syaikh ar-Radadi: “Imam al-Barbahari adalah seorang Imam yang disegani, senantiasa berbicara dan mengajak kepada kebenaran serta seorang da’i yang senantiasa menyeru kepada Sunnah dan mengikuti atsar. Beliau memiliki kewibawaan dan kemuliaan di sisi para penguasa. Majelis beliau makmur dengan halaqah hadits, atsar dan fiqih serta dihadiri sebagian besar para Imam Ahlul Hadits dan fiqih.”

Berkata Abu ‘Abdillah al-Faqih: “Apabila kamu melihat seorang penduduk Baghdad mencintai Abul Hasan bin Basyar dan Abu Muhammad al-Barbahari maka ketahuilah bahwa ia shahibu Sunnah (orang yang mengikuti Sunnah)!”.

Berkata Syaikh al-Qathani: “Para ulama Ahli Sejarah menyebutkan sebuah kisah yang menerangkan akan agungnya kemuliaan Imam al-Barbahari. Pada suatu hari Qaramithah (yakni salah satu sekte aliran Syi’ah) merampok Jama’ah Haji, maka bangkitlah Imam al-Barbahari seraya mengatakan: “Wahai saudara sekalian! Bagi siapa saja yang membutuhkan bantuan sebesar seratus ribu dinar, ditambah seratus ribu dinar, tambah lagi seratus ribu dinar……(beliau ulangi lima kali) datanglah kepadaku niscaya aku akan membantunya!

Berkata Ibnu Bathah: “Andai kata ada yang membutuhkan bantuan tersebut niscaya akan beliau bantu.”

Berkata Syaikh ar-Radadi: “Adapun pujian ulama terhadap beliau sangat banyak sekali, berkata Ibnu Abi Ya’la:….Ia seorang syaikh, pemuka kaum pada masanya dan orang yang paling depan dalam mengingkari Ahlul Bid’ah serta menghadapi mereka dengan tangan dan lisan. Beliau memiliki kedudukan terhormat (kewibawaan) di sisi penguasa, terdepan di kalangan sahabat-sahabatnya, salah satu imam yang bijaksana dan penuh hikmah, salah satu hufadz ilmu ushul yang mutqin serta salah satu orang yang tsiqah di kalangan kaum muslimin.”

Berkata Imam adz-Dzahabi dalam “Al-Ibar”: “…al-Faqih al-Qudwah Syaikh Hanabilah di Irak baik ucapan, keadaan maupun hafalan. Beliau memilki kedudukan terhormat dan kemuliaan yang sempurna.”

Berkata Ibnul Jauzi:”…..pengumpul ilmu, zuhud dan sangat keras terhadap ahlul bid’ah.”

Berkata Ibnu Katsir: “Al-Alim, Az-Zahid, Al-Faqih, Al-Hanbali, Al-Wa’idh…., sangat keras terhadap ahlul bid’ah dan maksiat. Beliau memilki kedudukan tinggi yang sangat disegani oleh orang-orang khusus dan masyarakat umum.”

Sifat Zuhud dan Wara’ Beliau

Berkata Syaikh Al-Qahthani: “Imam Al-Barbahari sangat terkenal dengan sifat zuhudnya terhadap harta benda dan perhiasan dunia, zuhud orang yang menguasai dunia, akan tetapi dunia tersebut beliau letakkan di telapak tangan beliau. Adapun kecintaannya terhadap Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya shalallahu’alaihi wassalam serta meninggikan al-haq berada di dalam lubuk hatinya. Oleh karena itu ulama yang menulis biografi beliau menyebutkan bahwa beliau melepaskan warisan ayahnya sebesar 70 ribu dirham.” (lihat Thabaqat Hanabilah [2/43])

Murid-murid Beliau

Berkata Syaikh Ar-Radadi: “Banyak sekali penuntut ilmu yang menimba ilmu dan mengambil faedah dari Imam Al-Barbahari. Beliau rahimahullah adalah seorang panutan baik dalam tingkah laku maupun perkataannya. Diantara murid-murid beliau adalah:

  1. Al-Imam Al-Qudwah Al-Faqih Abu ‘Abdillah bin ‘Ubaidillah bin Muhammad Al-‘Ukbari yang terkenal dengan Ibnu Baththah, meninggal 387 H. [lihat dalam Al-‘Ibar 92/171 dan As-Siyar (16/529)]
  2. Al-Imam Al-Qudwah yang berbicara dengan penuh hikmah Muhammad bin Ahmad bin Ismail Al-Baghdadi Abul Husam bin Sam’un, pemberi nasehat, pemilik berbagai ahwal dan maqam, meninggal pada 387 H. [lihat dalam Al-‘Ibar 92/172 dan As-Siyar (16/505)]
  3. Ahmad bin Kamil bin Khalaf bin Syajarah Abu Bakar
  4. Muhammad bin Khalaf bin Utsman Abu Bakar, berkata Al-Khatib Al-Baghdadi: “Berita yang sampai kepadaku dia adalah orang yang menampakkan kezuhudannya dan kebagusan madzhabnya, hanya saja dia banyak meriwayatkan hadits-hadits munkar dan bathil.” [lihat dalam tarikh Al-Baghdadi]

Ujian yang Beliau Alami dan Kisah Wafat Beliau

Berkata Syaikh Al-Qahthani: “Imam Al-Barbahari mendapatkan ujian sebagaimana orang-orang shalih sebelumnya mendapat ujian. Ahlul bid’ah menghembuskan kebencian terhadap beliau ke dalam hati penguasa. Pada tahun 321 H, masa khalifah Al-Qahir dan menterinya Ibnu Muqilah berusaha menangkap beliau sehingga beliau bersembunyi. Namun dia berhasil menangkap beberapa sahabat dekatnya dan membuangnya ke Bashrah. Namun kemudian Allah menghukum Ibnu Muqilah atas perbuatan yang telah ia lakukan, yaitu Allah membuat khalifah Al-Qahir Billah menjadi marah kepada Ibnu Muqilah, sehingga Ibnu Muqilah melarikan diri dan Al-Qahir memecat dia dari jabatan kementeriannya serta membakar habis rumahnya. Hingga akhirnya ia tertangkap oleh Al-Qahir pada tahun 322 H, kemudian dicukil kedua matanya hingga mengucur darah dari kedua matanya yang akhirnya ia buta.

Kemudian datanglah kekhalifahan Ar-Radhi. Ahlul bid’ah senantiasa menyusupkan kebencian ke dalam hati khalifah sehingga diserukan di baghdad: “Jangan sampai ada dua sahabat Al-Barbahari yang berkumpul….!” sehingga Imam Al-Barbahari dan sahabatnya kembali bersembunyi. Ketika itu Imam Al-Barbahari singgah di arah barat kota di suatu tempat bernama Babul Muhawwil. Kemudian beliau pindah ke arah timur kota untuk bersembunyi hingga akhirnya beliau meninggal dunia dalam persembunyiannya tersebut pada bulan rajab 329 H dan saat itu beliau berumur sembilan puluh tujuh tahun. Ada yang mengatakan juga bahwa beliau hidup selama tujuh puluh tujuh tahun dan pada akhir hayatnya beliau sempat menikahi seorang budak wanita. [lihat Thabaqat Hanabilah 2/44, Siyar ‘Alamin Nubala 15/93 dan Minhajul Ahmad 2/38]

Dikutip dari:

Penjelasan Syarhus Sunnah Imam Al-Barbahari oleh Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmi

Penerbit Maktabah Alquroba

4 Responses to Biografi Imam Al-Barbahari

  1. desmeli says:

    Postingan antum bermanfaat sekali.

    Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah….

  2. devi mumtazah wulandari says:

    Ikutilah Kajian kitab karya Imam AlBarbahary “SyarhusSunnah” di Masjid Nurul Iman Srengseng Jakarta Barat setiap ahad pekan ke3. Ba’da Ashar sampai selesai

    syukron atas infonya ukh, sangat bermanfaat…

  3. hendrik says:

    subhannallah…..keagungan mu ya ALLAH SWT

  4. imam says:

    izin copy biografinya ya… jazakallah kahir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: