Jakarta dan Hujan

Aku menembus gelap malam

Diantara Rintik hujan

Saat angin Jakarta bertiup dengan kencangnya

Hanya untukmu

Dan ketika rintiknya semakin deras

Aku bertambah bahagia

Hujan telah menahanku untuk tetap disini

Disini

Sampai saat ini pun

Kala hujan turun, aku akan selalu tersenyum

Hujan akan mengenangkanku akan dirimu

(Tengah Malam 21 Rajab 1429 menunggu hujan di bulan Juli)

Apa Yang Saya Ingat dari Aulia kecil dan Hujan

Saat hujan turun, aulia kecil akan berbaring telungkup di kamarnya dan mengarahkan pandangannya keluar melalui jendela berkaca nako menikmati segarnya aroma basah tanah buah dari suatu momen ketika elemen langit bertemu dengan elemen bumi, atau terkadang dia sekedar duduk si kursi tamu dan via kaca depan rumahnya yang lebar, matanya tertegun melihat derasnya air hujan menghujam dedaunan pohon jambu dan jatuh meluncur diantara selokan kecil disamping jalan didepan rumahnya.

Layaknya bocah kecil di desanya, dia pun senang bermain hujan diluar sana. Namun dia tak bisa sesering bocah-bocah yang lainnya dalam bergembira menyambut datangnya hujan. Ringkihnya tubuh, telah memaksanya untuk menuruti perintah ibunya untuk tidak mengambil resiko itu. Namanya anak-anak, selalu saja penasaran kalau dilarang. Diam-diam dia akan berlari lewat pintu belakang rumahnya, dan keluar menuju lapangan. Bermain bola sepak, tak takut akan gemuruh petir, apalagi kemarahan ayahnya nanti begitu dia jatuh sakit. Setelah puas bermain, begitu sampai dirumah, diam-diam dia akan membaluri tubuhnya dengan minyak kayu putih, minyak angin, minyak kayu lawang atau minyak apapun yang bisa membuat tubuhnya tetap hangat. Dan saat itu juga, dia akan berseloroh bangga kepada ibunya bahwa tidaklah mengapa baginya untuk keluar menikmati hujan.

Apabila rintik hujan tidaklah terlalu deras, dia dan adiknya a kan merobek beberapa kertas buku-buku lamanya.Sambil berpayung, dia dan adiknya berlomba perahu kertas di sepanjang selokan pinggir jalan. Namun tak sampai tahu, apakah perahunya selamat sampai di sungai di selatan sana.

Beda lagi bila hujan turun pada waktu malam tiba. Ibu melipat pakaian di ruang tengah, sedang ayah membuat goreng pisang di dapur sana. Dan kami sekeluarga akan bercengkrama, tentang banyak hal atau hanya sekedar menonton sandiwara di siaran TVRI. Tak jarang dia tertidur disana, namun begitu pagi tiba terbangunlah dia tetapi sudah dikamarnya.

10 Responses to Jakarta dan Hujan

  1. l5155st™ says:

    Duh, kalo ketemu ama pemilik diary hujan™ pasti udah hujan – hujanan nih…

    gimana akh? ukhti tsb belum berkunjung ke sini?

    udah…
    malah tadinya dia protes karena judulnya sama
    trus ana ganti…
    *postingan ini gak ada hubungannya sama sekali dengan beliau*😀

  2. afraafifah says:

    iya emang gk ada hubungannya sama sekali..

    makasih udh nge-ganti judulnya ya..

    nah lho…
    yang diomongin nongol…
    sama-sama, ‘afwan karena sebelumnya nda tau kalo judul ituh udah anti pake duluan…😀

  3. awisawisan says:

    assalaamu’alaykum
    wah, masa kecil yang menyenangkan…
    hujan memang indah…😀

    wa’alaykumussalam….
    alhamdulillah wis….

  4. qanaahsholihah says:

    Bekasi masih malu-malu nih hujanny, walaupun terkadang sempat “bermain petak umpet” lewat mendung yang hadir timbul tenggelam. Smg shat2 ya. Link xchange ya akh

  5. mahabbahtedja says:

    JAKARTA HUJAN….

    banjir lagi ga akh.
    kasihan???

    wa nda tau…
    tanya mba afra, mba awis atau mas adjie…
    lha wong udah 9 bulan yang lalu, jakarta saya tinggalkan…

  6. dsusetyo says:

    Hm, Subhanallah, indah sekali puisi dan gambar2nya.
    Selamat mempersiapkan diri sambut Ramadhan ya,
    semoga Ramadhan ini jadi Ramadhan yang terbaik kita. Amin

  7. Woey…sekedar menyapa “Assalamu’alaikum” aja kok di blog orang lain. apa kata dunia.

    abis, ghak kenal yang punya blog…kenalnya cuma dirimu thok pak…

  8. devi wulandari says:

    setauku bulan juli itu musim panas ya..kemarau..
    nda ada hujan..
    Hmmm mungkin ini maksud puisi diatas
    lagi nunggu sesuatu yang sulit datang
    sama kayak hujan di bulan juli yang jarang banget ada..
    Uwaaaaaaa sok analiiiissss….so teeuuuu banget guaaa😀
    auuaaahhh. Pokoknya gw lahir dibulan juli itu aja!! (apa sih??ga ad hubungannya tau!!)

  9. ario saja says:

    waduh hujan rintik2… bisa bikin kepala pusing loo

  10. alexanderadhitya says:

    salam kenal..
    ku mau nanya neh
    gimana caranya masuk ke komunitas bloger???????
    alexanderadhitya.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: