Bakti kepada Ibunda

August 11, 2008

Jangan tanya berapa usianya, karena sejak lahir, ia tidak pernah dibuatkan selembar surat bernama Akta Kelahiran oleh kedua orang tuanya di kampung. Ia lahir dan besar di Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan. Allah mengaruniainya banyak anak. Karena himpitan ekonomi yang mendera ia dan mendiang suaminya memilih hijrah ke kota Makassar, mencoba peruntungan nasib. Guratan usia dan himpitan ekonomi terlihat jelas di wajahnya yang sepertinya tak pernah tersentuh bedak, apalagi lipstik dan wangi-wangian.

Sudah cukup lama ia hidup sendiri, tidak jauh dari perempatan jalan Urip Sumohardjo dan A.P. Pettarani, Makassar. Anak-anaknya, setelah berkeluarga, pergi meninggalkan. Tak ada lagi yang peduli. Dalam kesendiriannya, ia tak mau berpangku tangan apalagi bermalas-malasan. Haram baginya menengadahkan tangan, meminta belas kasihan orang lain, meski hal itu bisa saja dilakukannya. Ia memilih bertahan hidup dengan menjajakan jagung bakar bagi para pengguna jalan. Sebuah nampan lebar, sebotol minyak tanah dan tumpukan kayu bakar tua setia menemaninya. Ia berjualan tak jauh dari rumah reotnya, karena kedua kakinya yang lumpuh, tak mampu lagi menyanggah beban tubuhnya yang mulai renta.

klik untuk lanjut membacanya……

Advertisements

Kajian Ilmiah Kota Tuban

August 8, 2008

Kajian Ilmiah Kota Tuban Untuk Pencari Ilmu

Kami mengundang saudaraku sekalian untuk menghadiri Kajian Islamiah di kota

Tuban, yang insya Allah diselenggarakan pada:

Hari : Ahad

Tanggal : 10 Agustus 2008

Jam : 08.00 – selesai

Tempat : MASJID BAITURRAHMAN GEDONG OMBO TUBAN

( Selatan PDS / Pasar kambing)

Materi :Hilyah Tholibil Ilmi ( Hiasan para pencari Ilmu )

Karya Syaikh Dr. Bakr Abu Zaid

Oleh : Ustadz Abdullah Taslim, Lc.

(Mahasiswa S2 Jami’ah Islamiyah MadinahKSA)

Terbuka untuk umum putra dan putri

Informasi lebih lanjut Hubungi:

Abu Luthfi Samsul Huda (0356) 333471, 7022225, 085648555505, 085230305550

Ali, 08123410640

Abun, 085235599474

Alhamdulillah kini dakwah salaf di kota kelahiranku semakin semarak. Al Ustadz Abdullah Taslim, LC –hafizhahullah- tadi sore (8 Agustus) setelah menyampaikan khutbah jum’at dan mengadakan ta’lim di Masjid Siti Khadijah, Sudiang-Makassar langsung terbang ke Surabaya. Subhallah, betapa sibuknya jadwal beliau selama liburan ini padahal rencananya beliau akan cepat kembali ke Madinah untuk menyelesaikan Tesisnya. Semoga Allah memberikan kesehatan dan memudahkan urusan beliau. Dan ternyata Ustadz Masruhin Sahal, LC adalah teman beliau selama menuntut ilmu di Jogja dulu. Tak sabar juga saya untuk bertemu dengan ustadz Masruhin Sahal, LC (saya belum pernah bertemu beliau) sebagai pelopor dakwah salaf di kota kelahiran saya, sepertinya sangat berat untuk mendakwahkan manhaj ini di lingkungan yang kebanyakan masyarakatnya awwam dan sangat fanatik dengan kiai-kiai mereka, lebih lagi dengan khurafat dan praktek quburiyyun pada makam Sunan Bonang. Semoga bendera dakwah ahlussunnah semakin berkibar disana, biidznillah. amin…


Kajian Ilmiyah Makassar

August 1, 2008

Kajian Islamiyah Makassar
Tema :
MENELADANI NABI DALAM BERDAKWAH
Dan
PERJALANAN MENUJU KE AKHIRAT

Al-Ustadz Abdullah Taslim, LC
( Mahasiswa S2, Jurusan Hadist Universitas Islam Madinah )
Masjid Khadijah
Jl. Asrama Haji, Sudiang, Makassar
Kamis – Jum’at, 7-8 Agustus 2008
Kontak Ikhwah : Abu Humairah   = 081355225661
Abu Hafsah         = 081524824774
Masjid Khadijah = 0411-555530
Transportasi     :  Naik Pete- pete jurusan Kota – Sudiang (tanya dulu apakah masuk asrama haji) turun di Masjid Siti Khadijah

Ukhty, Saya Cemburu……..

July 21, 2008

Tak dapat dipungkiri lagi, pada era globalisasi dan modernisasi ini beberapa dari kita tidak bisa lepas dari derasnya arus dua hal tersebut. Salah satu produk dari modernisasi adalah jaringan global bernama internet. Ya, sekarang siapa sih yang gak kenal dengan makhluk yang satu ini, bahkan dalam sebuah iklan layanan masyarakat ,pemerintah mulai menggembar-gemborkan program internet masuk sekolah, sampai kepelosok desa, tak lain dengan tujuan agar masyarakat kita “melek dunia”. Sekarang, sangatlah mudah bagi kita untuk menimati jaringan internet. Yang berbayar, dari mulai warnet, berlangganan pada ISP, berlangganan pada provider kartu seluler, hingga cukup memanfaatkan hape sebagai sarana browsing. Yang 100% gratis, dari mulai layanan hotspot di kampus-kampus, cafe, mall, sampai akses internet pedesaan yang berasal dari bantuan luar negeri.

Arus informasi dengan deras kita tampung dan rekam dalam memori otak kita. Akan tetapi, seperti layaknya sebuah teknologi buatan manusia, ada dua sisi berlainan berkenaan dengan dampak yang ditimbulkannya. Memang semua tergantung pada si pemakainya, apakah digunakan untuk kemaslahatan atau sebagai sarana yang malah memudharatkan. Bagi pecinta pornografi, internet layaknya sebuah gudang yang tak terbatas bagi materi yang berbau syahwat yang satu ini. Namun internet juga menjadi pemuas dahaga yang sejuk bagi para penuntut ilmu yang haus akan suguhan materi penenang ruhani.

Salah satu manfaat yang lain dari “dunia maya” ini adalah sebagai sarana untuk mengaktualisasikan diri. Baik itu fenomena blogging yang sedang marak, berkumpul dalam wadah forum tertentu, maupun hanya bergabung dalam jejaring sosial dengan nama friendster, myspace, facebook dan semisalnya. Tak hanya dari kalangan awwam, para aktivis dakwah dan penuntut ilmu pun tak luput untuk memanfaatkan fasilitas-fasilitas gratis seperti ini. Sebagai sarana dakwah atau hanya sebagai pengerat tali ukhuwah. Namun sangat disayangkan, apabila cara mereka dalam mengaktualisasikan diri secara tidak sadar (karena mudah-mudahan tidak disengaja) telah melanggar koridor-koridor syar’i.

ikuti pembahasannya lebih lanjut yuk……..


Apa Itu Fitnah???

June 25, 2008

FITNAH

Pernahkah kita mendengar salah seorang dari kita mengucapkan suatu ungkapan yang berbunyi “Fitnah lebih kejam dari pembunuhan”. Tentu dalam benak kita yang muncul dalam tafsiran kita adalah menuduh tanpa bukti adalah perbuatan yang lebih kejam dari melakukan pembunuhan. Padahal kalau mau kita telaah lebih lanjut, makna sebenarnya dari ungkapan tersebut –yang diambil dari salah satu firman Allah Ta’ala- bukanlah seperti itu. Nah, untuk lebih lanjut mengetahui beberapa makna kata fitnah tersebut berikut saya tuliskan ulang sebuah artikel tulisan Ustadz Abu Umar Basyier di Majalah Nikah Volume 7 nomor 03 ( 15 Juni-15 Juli 2008 )

lanjutkan pembahasannya……..


Emansisapi (makhluk apa sih….??)

March 25, 2008

Kita tentu sudah sering mendengar kata atau slogan emansipasi, betapa slogan tersebut seolah-olah telah menjadi hal yang lumrah dalam kehidupan era modern dengan berbagai keterbukaan seperti saat ini. Secara tidak sadar melalui slogan tersebut kita telah digiring menuju suatu pemikiran yang akan menjerumuskan kita dengan berpaling dari ketentuan syari’at.

Untuk mengenal lebih lanjut bagaimana emansipasi tersebut ditinjau dari syari’at Islam, berikut saya tuliskan ulang dengan ringkas artikel dari Majalah Nikah Volume 6 Nomor 8 November 2008 dan artikel-artikel dari Majalah Asysyariah Volume IV Nomor 38 dengan perubahan seperlunya.

 

terusin bacanya………..