Ukhty, Saya Cemburu……..

July 21, 2008

Tak dapat dipungkiri lagi, pada era globalisasi dan modernisasi ini beberapa dari kita tidak bisa lepas dari derasnya arus dua hal tersebut. Salah satu produk dari modernisasi adalah jaringan global bernama internet. Ya, sekarang siapa sih yang gak kenal dengan makhluk yang satu ini, bahkan dalam sebuah iklan layanan masyarakat ,pemerintah mulai menggembar-gemborkan program internet masuk sekolah, sampai kepelosok desa, tak lain dengan tujuan agar masyarakat kita “melek dunia”. Sekarang, sangatlah mudah bagi kita untuk menimati jaringan internet. Yang berbayar, dari mulai warnet, berlangganan pada ISP, berlangganan pada provider kartu seluler, hingga cukup memanfaatkan hape sebagai sarana browsing. Yang 100% gratis, dari mulai layanan hotspot di kampus-kampus, cafe, mall, sampai akses internet pedesaan yang berasal dari bantuan luar negeri.

Arus informasi dengan deras kita tampung dan rekam dalam memori otak kita. Akan tetapi, seperti layaknya sebuah teknologi buatan manusia, ada dua sisi berlainan berkenaan dengan dampak yang ditimbulkannya. Memang semua tergantung pada si pemakainya, apakah digunakan untuk kemaslahatan atau sebagai sarana yang malah memudharatkan. Bagi pecinta pornografi, internet layaknya sebuah gudang yang tak terbatas bagi materi yang berbau syahwat yang satu ini. Namun internet juga menjadi pemuas dahaga yang sejuk bagi para penuntut ilmu yang haus akan suguhan materi penenang ruhani.

Salah satu manfaat yang lain dari “dunia maya” ini adalah sebagai sarana untuk mengaktualisasikan diri. Baik itu fenomena blogging yang sedang marak, berkumpul dalam wadah forum tertentu, maupun hanya bergabung dalam jejaring sosial dengan nama friendster, myspace, facebook dan semisalnya. Tak hanya dari kalangan awwam, para aktivis dakwah dan penuntut ilmu pun tak luput untuk memanfaatkan fasilitas-fasilitas gratis seperti ini. Sebagai sarana dakwah atau hanya sebagai pengerat tali ukhuwah. Namun sangat disayangkan, apabila cara mereka dalam mengaktualisasikan diri secara tidak sadar (karena mudah-mudahan tidak disengaja) telah melanggar koridor-koridor syar’i.

ikuti pembahasannya lebih lanjut yuk……..

Advertisements

Aku dan Gunung-gunung Itu

July 1, 2008

Gunung gunung itu masih gagah berdiri,
tanpa pernah kutaklukkan.
Aku hanya berjalan di tanahnya,
menyusuri hutannya,
menembus kabutnya.

Gunung gunung itu masih tinggi menjulang,
tanpa pernah kutaklukkan.
Aku hanya menapaki puncaknya,
bangga sesaat.
Aku harus turun lagi,
bertempur lagi dengan hari hari yang biasa.

Perjalanan perjalanan itu selalu memukauku.
Setiap gunung memiliki misteri masing masing.
Setiap gunung mempunyai ajaran sendiri.
Banyak nilai yang bisa digali,
dan aku menikmatinya.

Aku tak pernah tahu, mengapa harus mendaki.
Aku tak pernah bisa menjawab, saat orang bertanya,
“Apa sih enaknya naek gunung ?”

yang aku tahu,
gunung gunung itu selalu memberikan damai,
Keheningan yang memabukkan.
Memaksaku untuk datang lagi, dan lagi.
Memaksaku untuk berjalan lagi, dan lagi.
Entah sampai kapan.

Aku tak pernah bisa menjawab,
ketika banyak orang bertanya,
“kenapa harus capek – capek naek gunung, kalo akhirnya harus turun lagi?”

Yang aku tahu,
Gunung gunung itu memberikan hari hari yang berbeda,
memberikan hari hari yang tidak biasa.
Mengajariku untuk terus berjalan ke arah tujuan.
Mengajariku untuk terus berjuang meraih tujuan.
Mengajariku tentang kesabaran,
menunjukkan padaku tentang semangat yang tak boleh padam.
Memberiku kesempatan untuk dekat dengan Langit.

Aku tidak pernah tahu jawabnya,
saat orang bertanya,
“kenapa si, banyak orang yang suka naek gunung ?”

Yang aku tahu,
gunung gunung itu memberiku teman teman baru,
menunjukkan kepadaku tentang manusia-manusia sejati
dengan daya juang yang luar biasa.
Memperlihatkan kepadaku tentang persahabatan alami,
persahabatan yang jujur.
Menunjukkan kepadaku wajah-wajah polos diri,
wajah-wajah yang terbuka, tanpa topeng.

di tempat dingin itu, aku menemukan diriku,
menemukan lemahku,
menemukan rendahku,
menemukan jahatku,
menemukan curangku,
menemukan topengku.

dan aku pun mencibir sombongku,
memaki kerakusanku,
mencemooh kepalsuanku.

diantara basah itu,
aku sadar,
aku adalah kecil.
aku adalah kecil.

Gunung gunung itu masih disitu.
Tanpa pernah kutaklukkan.

endji787/06

Dulu…
Hanya berbekal beberapa puluh ribu
Kini…
Yang aku butuh hanya sedikit waktu

berpuluh kilo aku tempuh
berpuluh kilo di punggungku
dengan badan sekurus itu

ibuku bilang aku tambah gagah
tapi aku tak yakin apakah masih sanggup melangkah

haruku mengingat masa itu
banggaku mengenang jayaku


Bakwan…oh… Bakwan…

June 25, 2008

Pemuda itu bergegas mempercepat langkahnya menuju tempat yang disepakati untuk bertemu dengan beberapa orang kawan. Sesampainya di tempat yang dijanjikan, dia tak melihat seorang pun disana, hanya suasana sunyi yang dia dapati. Sejenak dia berpikir, tidak mungkin dia terlambat. Dia yakin betul dengan ingatannya bahwa hari sebelumnya mereka sepakat untuk bertemu di tempat ini selepas sholat maghrib untuk bersama-sama berangkat ke sebuah masjid yang tidak jauh dari situ. Meskipun masjid itu tidak jauh dari tempat yang mereka sepakati untuk bertemu, tapi dia tidak punya cukup nyali untuk pergi kesana sendirian, mengingat dia berpikir bahwa dia bukanlah termasuk salah satu dari golongan mereka. Akhirnya, dia memutuskan untuk menyusul temannya langsung ke masjid yang dimaksud dengan tekad yang terlalu dipaksakan tentunya.

klik untuk lanjut membaca…………


Apa Itu Fitnah???

June 25, 2008

FITNAH

Pernahkah kita mendengar salah seorang dari kita mengucapkan suatu ungkapan yang berbunyi “Fitnah lebih kejam dari pembunuhan”. Tentu dalam benak kita yang muncul dalam tafsiran kita adalah menuduh tanpa bukti adalah perbuatan yang lebih kejam dari melakukan pembunuhan. Padahal kalau mau kita telaah lebih lanjut, makna sebenarnya dari ungkapan tersebut –yang diambil dari salah satu firman Allah Ta’ala- bukanlah seperti itu. Nah, untuk lebih lanjut mengetahui beberapa makna kata fitnah tersebut berikut saya tuliskan ulang sebuah artikel tulisan Ustadz Abu Umar Basyier di Majalah Nikah Volume 7 nomor 03 ( 15 Juni-15 Juli 2008 )

lanjutkan pembahasannya……..


Dauroh Ilmiah Makassar

May 18, 2008


Saksikan, bahwa aku muslimah bercadar

May 5, 2008

Lihatlah, sekarang aku bercadar…….

Ya, akan aku kabarkan ke seluruh dunia……
Aku telah memakai cadar kawan…..

Akan aku serukan kepada mereka……
Pandangi aku dengan pandangan Illahi…..

Biar mereka semua tahu,
Aku sedang mengemban syiar Islam…..

Biar mereka paham,
Wanita sudah selayaknya dihormati…..

Akan aku pasang fotoku di internet…!!!

“Hai anak Adam , sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat” (Al-A’raaf: 26)

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung” (An-Nur: 31)

( Ketika muslimah tidak lagi memiliki iffah, dan hijab tak lagi bermakna haya’ )

*repost dari bulletin FS saya*


Biografi Imam Al-Barbahari

April 27, 2008

Nama, kunyah dan nasab beliau

Beliau adalah al-Imam al-Hafidz Al-Mutqin ats-Tsiqah al-Faqih al-Mujahid Syaikh Hanabilah sekaligus pemuka mereka pada masanya Abu Muhammad al-Basan bin ‘Ali bin Khalaf al-Barbahari, sebuah nama yang dinisbatkan kepada Barbahar yaitu obat-obatan yang didatangkan dari India.

Tempat Kelahiran dan Tanah Air beliau

Berkata Syaikh ar-Radadi:”Tidak ada satu pun sumber (rujukan) yang berada di tangan kami yang menyebutkan tentang kelahiran dan pertumbuhan beliau. Hanya saja yang nampak bagi itulah tersiar reputasi dan kemasyhuran beliau dikalangan masyarakat umum terlebih lagi orang-orang yang khusus di antara mereka. Selain itu al-Imam al-Barbahari juga bersahabat erat dengan beberapa sahabat Imam Ahlus Sunnah wal Jama’ah yakni Ahmad bin Hanbal serta menimba ilmu dari mereka, sedangkan mayoritas mereka berasal dari Baghdad. Inilah di antara hal-hal yang menunjukkan bahwa beliau tumbuh di tengah-tengah alam yang penuh dengan ilmu Sunnah yang sangat berpengaruh terhadap karakteristik kepribadiannya.”

Berkata Syaikh al-Qathani: “Imam al-Barbahari bersahabat erat dengan beberapa sahabat Imam Ahmad bin Hanbal di antaranya Imam Ahmad bin Muhammad Abu Bakar al-Marwazi salah seorang murid utama Imam Ahmad.

Selain itu beliau juga bersahabat dengan Sahl bin ‘Abdillah at-Tustari, yang mana beliau meriwayatkan perkataan darinya: “Sesungguhnya Allah telah menciptakan dunia dan menjadikan didalamnya orang-orang bodoh dan ulama, seutama-utama ilmu adalah yang diamalkan, semua ilmu akan menjadi hujjah kecuali yang diamalkan dan beramal dengannya adalah keindahan semata kecuali yang benar, dan amalan yang benar aku tidak bisa memastikannya kecuali dengan istisna’ (pengecualian) Masya Allah.”

baca lebih lanjut………